a.)Komunikasi merupakan
suatu proses sosial yang sangat mendasar dan
vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar karena setiap
masyarakat manusia, baik yang primitif
maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan
suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi.
Dikatakan vital karena setiap individu
memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan
individu – individu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu
itu untuk tetap hidup (Rakhmat, 1998:1)
b.)Secara
paradigmatis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang
kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau
perilaku, baik langsung secara lisan maupun tal langsung melalui media (Effendy, 2006 : 5)
c.)Komunikasi
sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat
suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah
perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya.
Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu
sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima
(the receiver). (Pawito dan C Sardjono, 1994
: 12)
d.)Komunikasi
adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus
(biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk
perilaku orang-orang lainnya (khalayak). (Hovland,
Janis & Kelley (1953))
e.)Komunikasi adalah
proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui
penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan
lain-lain. (Berelson dan Stainer (1964))
h.)Komunikasi
adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan
pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba
pada saling pengertian yang mendalam (Rogers
& D. Lawrence Kincaid)
i.)Komunikasi
adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama
lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi
menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni,
dan teknologi (non verbal). (Shannon
& Weaver)
2.Kesimpulan
Dari beberapa definisi
komunikasi di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses
penyampaian pesan atau informasi yang dilakukan kurang lebih dua orang engan cara
memberikan stimulus baik lisan maupun tulisan ( simbol – simbol, gambar –
gambar, dan lain lain ) dengan tujuan untuk mengubah dan membentuk perilaku
serta memberikan pengetahuan.
B.Dimensi
Komunikasi
Terdapat 4 dimensi
komunikasi yaitu isi, kebisingan, jaringan serta arah. Berikut penjelasan
mengenai keempat dimensi tersebut :
a.)Isi
Dimensi
ini merupakan sesuatu yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang
dengan orang yang lain atau lebih. Saat seseorang berbicara kepada orang lain tentang sesuatu, proses itu
mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya
isinya pertama-tama adalah diri kita. Kita juga dapat melihat adanya pembagian
golongan dalam hal isi. Kita dapat membeda-bedakan kategori dari jenis isi,
misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau merupakan perasaan.
b.)Kebisingan
Kebisingan
adalah suatu bentuk gangguan yang terjadi saat dua belah pihak sedang berkomunikasi.
Seperti contoh saat dosen sedang menerangkan materi namun ada beberapa
mahasiswa yang berbicara (berisik) sehingga mahasiswa lain yang sedang fokus mendengarkan
penjelasan dosen tidak dapat mendengarnya dengan baik.
c.)Jaringan
Percakapan
antara dua orang atau lebih tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi ada
beberapa percakapan yang dapat dilakukan melalui orang lain, terutama di dalam
organisasi. Seperti contoh ketika kita ingin berbicara kepada atasan, maka kita
harus berbicara dahulu kepada sekretaris yang nantinya akan menyampaikan secara
langsung kepada atasan.
d.)Arah
Komunikasi
dalam konteks ini dibagi menjadi dua :
1.Komunikasi satu
arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu
orang atau lebih contohnya promosi produk tertentu atau guru dikelas.
2.Komunikasi 2
arah adalah adanya interaksi antara satu orang yang menyampaikan informasi dan
satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk
menyampaikan beberapa informasi. sehingga terjadi pertukaran informasi diantara
keduanya.
C.Pemahaman
Umum Peran Psikologi Manajemen dalam Organisasi
Psikologi manajemen
adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk
memenuhi kebutuhan dan diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang
terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Ilmu psikologi yang
memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal
manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam
teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya
untuk produktivitas perusahaan.
Organisasi dapat
diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
dengan pola tertentu ,yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun
non fisik.
Dari kedua definisi
diatas, dapat dilihat bahwa peran psikologi manajemen dalam organisasi berpusat
pada SDM yang ada di dalam suatu organisasi karena organisasi berisi sekumpulan
sumber daya manusia yang memiliki tujuan tertentu. Dengan psikologi manajemen,
memudahkan suatu organisasi dalam melihat berbagai faktor internal pada masing –
masing SDM yang nantinya dapat diperbaiki ataupun ditingkatkan untuk
mendapatkan kinerja yang maksimal dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.
Sumber daya manusia adalah orang- orang yang merancang dan menghasilkan
barang atau jasa, mengawasi mutu, memasarkan produk, mengalokasikan summer daya
finansial, serta merumuskan seluruh strategi dan tujuan organisasi. Tanpa
orangorang yang memiliki keahlian atau kompeten maka mustahil bagi organisasi
untuk mencapai tujuannya. Sumber daya manusia inilah yang membuat sumber daya
lainnya berjalan. Banyak keunggulan yang dimilki organisasi atau perusahaan,
tidak akan dapat memaksimalkan produktivitas dan laba usaha tanpa adanya
komunitas karyawan yang berkeahlian, kompeten, dan berdedikasi tinggi terhadap
organisasi atau perusahaan.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan
makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi
anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai,
buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkang
pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki
usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Secara
garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja
sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan
berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
Sumber daya manusia memiliki keinginan, harga diri, pikiran, hak asasi,
ingin dihormati dan lain-lain. Oleh karena itu sumber daya manusia harus
diperlakukan sama secara hatihati dan penuh kearifan. Sumber daya manusia
adalah ujung tombak pelayanan, sangat diandalkan untuk memenuhi standar mutu
yang diinginkan oleh wajib pajak dan wajib retribusi. Untuk mencapai standar
mutu tersebut, maka harus diciptakan situasi yang mendukung pelayanan yang
memuaskan wajib pajak dan wajib retribusi. Upaya-upaya manusia itu bukan
sesuatu yang statis, tetapi terus berkembang dan berubah, seirama dengan
dinamika kehidupan manusia, yang berlangsung dalam kebersamaan sebagai suatu
masyarakat.
Oleh karena itu salah satu situasi yang mendukung adalah seluruh
peraturan pengelolaan sumber daya manusia yang berdampak pada perlakuan yang
sama kepada pegawai. Pada dasarnya kebutuhan umum yang dituntut oleh manusia
terdiri dari dua macam, yaitu kebutuhan material dan kebutuhan spritual.
Pembagian kebutuhan seperti ini terlalu umum untuk dijadikan pedoman dalam
memotivasi bawahan.
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan dipandang sangat penting karena dua hal: pertama, adanya
kenyataan bahwa penggantian pemimpin seringkali mengubah kinerja suatu unit,
instansi atau organisasi; kedua, hasil penelitian yang menunjukkan bahwa salah
satu faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan organisasi adalah
kepemimpinan, mencakup proses kepemimpinan pada setiap jenjang organisasi, kompetensi
dan tindakan pemimpin yang bersangkutan (Yukl, 1989). Kenyataan dan/atau
gagasan, serta hasil penelitian tersebut tak dapat dibantah kebenarannya. Semua
pihak maklum adanya, sehingga muncul jargon “ganti pimpinan, ganti kebijakan”,
bahkan sampai hal-hal teknis seperti ganti tata ruang kantor, ganti kursi, atau
ganti warna dinding. Demikianlah, kepemimpinan itu merupakan fenomena yang
kompleks sehingga selalu menarik untuk dikaji.
Dalam berbagai literatur, kepemimpinan dapat dikaji dari tiga sudut pandang,
yakni: (1) pendekatan sifat, atau karakteristik bawaan lahir, atau traits
approach; (2) pendekatan gaya atau tindakan dalam memimpin, atau style
approach; dan (3) pendekatan kontingensi atau contingency approach. Pada
perkembangan selanjutnya, fokus kajian lebih banyak pada cara-cara menjadi
pemimpin yang efektif, termasuk dengan mengembangkan kesadaran tentang
kapasitas spiritual untuk menjadi pemimpin profesional dan bermoral.
Pendekatan Sifat (the Traits Approach)
: Pendekatan sifat berusaha memahami kepemimpinan berdasarkan keyakinan bahwa
pemimpin yang baik memiliki “karakteristik bawaan” dari lahir, baik menyangkut
ciri fisik maupun kepribadian. Stogdill (dalam Smyth, 1989; Watkins, 1992; dan
Dunford, 1995) menyebutkan karakteristik fisik dan kepribadian pemimpin
mencakup antara lain: usia, penampilan, kelancaran berbicara, kecerdasan, enerjik,
dominan, percaya diri, ekstrovert, memiliki dorongan berprestasi, terkait
dengan kepemimpinan yang efektif.
Pendekatan Gaya (the Style Approach) : Teori
tentang gaya kepemimpinan berusaha mengkaji perilaku atau tindakan pemimpin
dalam mempengaruhi dan/atau menggerakkan para pengikutnya guna mencapai suatu
tujuan.
Pendekatan Kontingensi (the Contingency
Approach) : Sebagaimana tidak ada obat mujarab (panasea) untuk segala
penyakit; demikian pula tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang cocok untuk
segala situasi.
Pada perkembangan selanjutnya munculah teori kepemimpinan transaksional
(transactional leadership) dan transformasional (transformational leadership).
Burns (Dunford, 1995) mengemukakan bahwa “kepemimpinan transaksional dicirikan
dengan perancangan tujuan-tujuan tugas, Udik Budi Wibowo: Teori Kepemimpinan
(BKD Kota Yogyakarta, 14 Juni 2011) | 12 penyediaan sumberdaya untuk mencapai
tujuan-tujuan tersebut, dan penghargaan terhadap kinerja”. Dalam hal ini
Gibson, Ivancevich, dan Donnelly, 2000) menambahkan, bahwa dalam membantu
bawahan mengindentifikasi apa yang harus dikerjakan, pemimpin selalu
mempertimbangkan konsep diri dan kebutuhan para bawahan terhadap penghargaan.
ORGANISASI
Organisasi merupakan pengelompokan orang-orang ke dalam aktivitas
kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan
pengorganisasian adalah aktivitas orang-orang dalam mengelompokan, menyusun dan
mengatur berbagai macam pekerjaan yang perlu diselenggarakan untuk mencapai
tujuan pendidikan dalam (Henry Fayol, 1974). Organisasi merupakan penugasan
orang-orang ke dalam fungsi pekerjaan yang harus dilakukan agar terjadi
aktivitas kerjasama dalam mencapai tujuan. Sedangkan pengorganisasian merupakan
penyusunan dan pengelompokan bermacam-macam pekerjaan berdasarkan jenis
pekerjaan, urutan sifat dan fungsi pekerjaan, waktu dan kecepatan (Griffin:
1959).
Dari pengertian teori dan
organisasi maka dapat dipahami bahwa definisi teori organisasi berfungsi
menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama organisasi dan memberikan tuntunan
dalam pengambilan keputusan berdasarkan prediksi akibat pengambilan keputusan
tersebut. Menurut Lubis dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah
sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau
lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori
organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap
individu. Hakekat kelompok dalam individu untuk mencapai tujuan beserta
cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori yang dapat menerangkan tingkah
laku, terutama motivasi, individu dalam proses kerjasama.
Teori motivasi oleh Abraham Maslow mengemukakan adanya tingkatan
kebutuhan manusia; kebutuhan fisiologikal (sandang, pangan, papan), kebutuhan
akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan
akan aktualisasi diri. Kebutuhan ini bersifat hierarkis artinya apabila
kebutuhan pokok telah relative terpenuhi maka manusia akan mulai memikirkan
kebutuhan lainnya yang lebih tinggi.
Teori dua faktor mengasumsikan bahwa ada dua faktor yang perlu
diperhatikan dalam motivasi, yaitu; faktor pemuas dan faktor lingkungan. Factor
pemuas meliputi prestasi, pengakuan akan hasil, pekerjaan yang menarik,
tanggung jawab dan perasaan maju dan berkembang. Factor lingkungan meliputi
kebijakan organisasi, supervise, kondisi kerja, hubungan 9 antar manusia, uang,
status dan rasa aman. Faktor lingkungan merupakan syarat tercapainya perasaan
puas walaupun tidak terjadi dengan sendirinya.
Teori X berasumsi bahwa pada dasarnya manusia lebih senang diawasi, tidak
senang menerima tanggung jawab, malas dan selalu ingin aman saja, motivasi
kerja yang utama adalah uang. Manusia mau bekerja karena ada insentif atau
hukuman. Teori Y sebaliknya, menyatakan bahwa pada dasarnya manusia suka
bekerja, kreatif dan bertanggung jawab. Teori ekspektasi mendasarkan pada dua
asumsi (a) manusia meletakan nilai pada suatu yang diharapkan, karena itu
mempunyai preferensi; (b) perlu dipertimbangkan keyakinan manusia bahwa yang
dikerjakan akan memberikan sumbangan bagi tercapainya tujuan yang diharapkan.
Teori prestasi menyatakan bahwa pada dasarnya motivasi seseorang
ditentukan oleh tiga kebutuhan yaitu; kekuasan (need for power), afiliasi (need
for affiliation) dan keberhasilan (need for achievement) N-Ach. Ciri orang yang
mempunyai N-Ach yang tinggi adalah kesediaan untuk memikul tanggung jawab,
berani mengambil resiko, kesediaan mencari informasi untuk mengukur
kemajuannya, kepuasan akan apa yang dikerjakan.
Teori organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan
desain organisasi. Teori organisasi menunjuk aspek-aspek deskriptif maupun
perspektif dari disiplin ilmu tersebut. Teori organisasi menjelaskan bagaimana
organisasi sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi
bisa dikonstruksi guna meningkatkan keefektifan organisasi (Stephen P. Robbins,
1994).
KAITAN ANTARA SDM, KEPEMIMPINAN &
ORGANISASI
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi manusiawi sebagai penggerak
organisasi dalam mewujudkan eksistensinya. Oleh karena itu, seorang pemimpin
ataupun orang – orang yang berada dalam suatu organisasi dapat dikatakan
sebagai sumber daya manusia. Dalam kenyataannya para pemimpin dapat
mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan
terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan
paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk
mencapai tujuan mereka. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan
kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk
menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapat
mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan
dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.
CONTOH DI INDONESIA
1.SUMBER DAYA MANUSIA
Dorong Kualitas SDM, Perusahaan Alih Daya Ini Gandeng 3 Sekolah
Liputan6.com, Jakarta - PT
ISS Indonesia menjalin kerja sama dengan tiga sekolah bisnis di Indonesia dalam
sebuah program yang diberi nama ISS Management and Leadership Development
Program. ISS mengharapkan dengan kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas
dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat manajer. Kerja sama dengan
ketiga sekolah bisnis tersebut ditandai dengan acara penandatanganan MOU antara
ISS Indonesia dengan Prasetya Mulya Business School, SBM Institut Teknologi
Bandung, dan BINUS Business School.
“Program ini diperuntukkan untuk tingkat manajer dengan tujuan mereka
mampu memimpin dengan penuh integritas, cepat bertindak dan mampu ambil
keputusan sendiri,” tegas Presiden Direktur ISS Indonesia, Elisa
Lumbantoruan. Elisa melanjutkan, SDM menjadi kunci dalam keberhasilan
perusahaan untuk memberikan layanan yang berkualitas yang pada akhirnya
memberikan kepuasan pada pelanggan atau klien. “Setiap karyawan ISS diharapkan
bertansformasi menjadi Great Performer, yang dapat memberikan pelayanan terbaik
melampaui ekpektasi klien,” tukas Elisa.
Sementara, Executive Dean and Provost BINUS Business School Firdaus
Alamsjah mengatakan, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kapasitas intelektual.
Pemimpin juga harus punya sifat yang bagus dan berani mengambil risiko. “Ada
tiga hal. Panutan bagi bawahan dan perusahaan, pendorong ke arah kemajuan tanpa
putus asa, dan kreatif dalam mencari solusi yang harus menjadi karakteristik
kolektif pemimpin pada sebuah proses transformasi,” ucapnya.
Menurut Elisa, ISS Management and Leadership Development Programmenyasar
sekitar 1.000 karyawan ISS di level manajer. Untuk tahun ini, kurang lebih 150
karyawan level manajer akan mengikuti program selama kurang lebih enam bulan.“Selama
periode program, para partisipan akan mendapat materi pengetahuan dan
kompetensi yang mencakup tiga aspek, yaitu brain, heart dan guts.
Pemimpin harus punyaguts, keberanian mengambil keputusan apa pun
risikonya. Akan tetapi, tetap harus didasarkan pengetahuan yang cukup,”
paparnya. Dia menambahkan, program ISS Management and Leadership Development
Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan SDM yang secara kontinu
dan konsisten dijalankan oleh ISS Indonesia.
2.KEPEMIMPINAN
2 Tahun Pimpin Indonesia, Ini Kelebihan Jokowi di Mata Pengusaha
Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi) akan tepat memimpin Indonesia selama dua tahun pada Oktober 2016.
Selama dua tahun ini, para pengusaha menganggap Jokowi tidak beruntung. Ketua
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani menilai kondisi
ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian mempengaruhi kepemimpinan
pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam dua tahun ini.
"Saya lihat Pak Jokowi lagi tidak beruntung
karena dia memerintah saat ekonomi terpuruk, jadi tidak bisa terlalu kelihatan
dan konsolidasi internal sendiri juga lamban. Jadi, itu yang saya lihat
menghambat beliau," kata Haryadi di Jakarta, Jumat (23/9/2016). Secara kepribadian,
Haryadi menganggap Jokowi sebenarnya memiliki kinerja dan misi yang bagus.
Namun, hal itu belum diteruskan oleh para birokratnya hingga ke lapangan.
Dia memberi contoh mengenai dwelling time atau waktu
bongkar muat di pelabuhan. Saat awal menjabat, Jokowi sudah menginginkan untuk
menurunkan angka dwelling time. Nyatanya sampai saat ini hal itu belum terwujud
secara keseluruhan.
Dalam dua tahun memimpin, satu hal yang menjadi
catatan positif kinerja Jokowi di mata pengusaha adalah pembangunan
infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi
salah satu kementerian yang patut mendapatkan apresiasi. "PUPR bagus, Pak
Basuki menurut saya menteri yang memiliki kinerja paling bagus," ujar dia.
Hanya saja yang berkaitan dengan infrastruktur yang sampai saat ini masih menjadi
pekerjaan rumah pemerintah, menurut Haryadi adalah soal listrik.
"Secara keseluruhan yang belum mendukung ya
listrik. Listrik itu belum beres-beres sampai sekarang. Yang lain kayak
pelabuhan, airport mungkin karena perhitungan agak spesifik investornya mungkin
tidak banyak minat, tapi kalau listrik banyak yang mau, over malah," ujar
dia. (Yas/Ahm)
3.ORGANISASI
Organisasi
Lupus Bentuk Federasi Dunia
Liputan6.com, Jakarta Memeringati Hari Lupus Sedunia, para
pemimpin dari organisasi advokasi lupus meluncurkan World Lupus Federation
(WLF), suatu bentuk kolaborasi baru untuk meningkatkan kualitas hidup dari
lebih dari lima juta orang Orang dengan Lupus (Odapus) di seluruh dunia. "Hal
yang sangat penting untuk kita menyatukan organisasi advokasi lupus di seluruh
dunia untuk menyinari berbagai macam permasalahan yang mempengaruhi orang yang
hidup dengan lupus,” kata Ketua dari Lupus-Europe dan anggota dari
international steering committee, Kirsten Lerstrøm melalui siaran pers yang
diterima Liputan6.com, Selasa (10/5/2016).
Melalui berbagai upaya yang terkoordinir dengan afiliasinya,
WLF juga akan memfasilitasi organisasi advokasi lupus non-profit di seluruh
dunia untuk terlibat dalam inisiatif edukasi, kesadaran dan advokasi. Menurut
President dan CEO dari Lupus Foundation of America (LFA), Sandra C. Raymond,
lupus hingga kini belum memperoleh pendanaan untuk riset dan juga atensi publik
yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terus meningkat dan
serius ini.
"Melalui federasi ini, organisasi lupus di seluruh dunia
akan bersama-sama mengatasi masalah yang memengaruhi orang dengan lupus,
seperti lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosa, kurangnya edukasi di
kalangan professional medis, pengertian yang sangat kurang di masyarakat, dan
rendahnya pendanaan untuk riset," katanya. The Lupus Foundation of America
sendiri akan melaksanakan fungsi kesekretariatan dalam Federasi, dan bekerja
untuk berdirinya Federasi ini atas nama hampir 200 organisasi lupus dari
seluruh dunia.
Sedangkan International steering committee, yang merupakan
leader dari organisasi lupus dari Argentina, Indonesia (Yayasan Lupus Indonesia),
Australia, Kanada, Denmark, Finlandia, Italia, United Kingdom, dan Amerika
Serikat, memberikan masukan untuk membuat rencana strategis untuk Federasi dan
prioritas program untuk tiga tahun kedepan. Di sisi lain, Director of Lupus UK,
Chris Maker mengatakan, WLF merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesadaran
akan penyakit yang sulit untuk didiagnosa, sering tidak terlihat, dan tidak
dapat diduga dengan membawa organisasi lupus di seluruh dunia bersama-sama.
"Saya sangat percaya, dengan bekerjasama, kita bisa
menciptakan, membuat, menyamakan dan memberikan suatu pelayanan dan kepedulian
kepada orang dengan lupus,” tambah President dari Lupus Association of New
South Wales, Australia, Barbara Ward, Ayu Bisono. Ketua Yayasan Lupus
Indonesia, Tiara Savitri juga angkat bicara. Menurutnya, lupus tidak memiliki
batas. Menyerang orang dari segala bangsa, ras, etnis, jenis kelamin dan usia.
Penyakit seribu wajah ini dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, dengan
cara apapun, setiap saat, bahkan sering dengan hasil yang tak terduga dan
mengubah hidup.
"Badan boleh sakit, tapi jiwa, hati, pikiran kita jangan
sampai ikut sakit. Mari kita dukung federasi lupus dunia dengan satu misi satu
tujuan dengan hati bersih dan pikiran positif untuk lupus. Saya berharap
teman-teman lupus yakin dan mampu bisa menjadi odapus yang kreatif, berkualitas
dan produktif untuk dirinya dan oranglain," ujar Tiara. Data dari survei
kesadaran 16 negara menunjukkan kurangnya pemahaman dan kesalahpahaman tentang
lupus. Karena penyakit ini di Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 juta orang.
Dan terdata oleh Yayasan Lupus Indonesia sampai saat ini mencapai 17.286 odapus
di seluruh Indonesia. Pakar Lupus Indonesia, Prof dr. Zubairi Djoerban SpPd
KHOM FINASIM dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan kebanggaannya
karena Yayasan Lupus Indonesia mewakili
Indonesia sebagai International Steering Comitte untuk WLF.
Liputan6.com, Makassar: Mantan pemain PSM era 80-an, Danny
Irawan terpilih menjadi ketua umum PSSI Sulsel periode 2014-2019 pada
musprovlub PSSI Sulsel yang digelar di Hotel Asyra Makassar, Sabtu,
(15/3/2014). Danny juga mencatatkan rekor baru di PSSI sebagai mantan pemain
pertama yang memimpin induk organisasi tersebut. Danny terpilih memimpin PSSI
Sulsel hingga 2019 secara aklamasi setelah calon lainnya yakni Mulyadi
menyatakan mundur menjadi calon ketua PSSI Sulsel usai pemaparan visi misi.
Dari 36 voter, Danny didukung 31 Pengurus Cabang (pengcab)
dan 11 klub. Sedangkan yang menolak pencalonan Danny hanya terdapat tiga suara
dan dua pengcab yakni Jeneponto dan Perspin yang tidak hadir dalam musprovlub
tersebut. Danny yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Anggaran KONI Sulsel,
mengatakan jika inilah saatnya mengembalikan kejayaan sepak bola Sulsel dengan
memperbaiki induk rumah para atlet sepak bola Sulsel.
"Ini saatnya Sulsel kembali menjadi sentral sepak bola
Indonesia. Kita semua tahu kalau 90 persen pesepak bola nasional ada di
Sulsel," ujarnya. Danny memiliki harapan agar para pemain lokal tidak lagi
bermain di luar Sulsel. Itu sebabnya ia mencanangkan program kerja pemandu
bakat untuk menjaring pemain U-19
sebagai kerangka tim Pra-PON dan menjalankan kompetisi lokal. "Program
kerja jangka pendek sudah kami siapkan, liga tahun ini juga bisa
diselenggarakan. Makanya kami ingin semua pihak ikut membantu dan bergerak
bersama," katanya menambahkan.
Kata bipolar berasal dari dua kata, yaitu bi yang berarti dua, dan polar berarti kutub/pola. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, bipolar adalah yang mempunyai dua kutub. Seperti sebuah magnet yang memiliki dua kutub, begitulah nama bipolar berasal. Sedangkan disorder adalah keadaan yang tidak sesuai dengan tatanan (aturan atau keadaan) yang umum, dapat disimpulkan sebuah gangguan. Dengan begitu, Bipolar Disorder adalah gangguan yang mempunyai dua kutub/pola. Orang awam sendiri sering menyebutnya ketidakstabilan mood.
Dapat dikatakan pengertian secara umumnya, Gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah gangguan pada perasaan atau mood seseorang akibat masalah diotak, ditandai dengan perpindahan (swing) mood, pikiran, dan perubahan perilaku. Penderita mengalami perubahan mood dramatis yang membuat suasana hati berubah secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan, yaitu Episode manic (kesenangan) ditandai dengan kondisi mood yang sangat meningkat (hipertimik) atau irritable (mudah marah dan tersinggung) dan Episode depresi (kesedihan) ditandai dengan mood yang sangat menurun (hipotimik). Di antara kedua episode mood tersebut terdapat masa mood yang normal (eutimik).
Bipolar ini termasuk gangguan kejiwaan tetapi bukan berarti gila. Gejala ini baru dapat disebut gangguan bila telah memenuhi kriteria waktu tertentu, Bisa dipastikan disebut gangguan, bila fungsi pekerjaan atau kehidupan sosialnya terganggu. Orang yang menderitanya tidaklah kehilangan kewarasannya dan berlaku aneh. Bipolar memang memiliki episode waktu, ada kalanya saat mania, saat depresi, dan saat normal yang bergantian setiap waktunya (berepisode) dalam jangka yang tidak dapat ditentukan. Seperti untuk episode manic, dibutuhkan kondisi mood hipertimik dalam rentang waktu minimal seminggu atau bahkan kurang dari seminggu. Untuk episode depresi, dibutuhkan waktu minimal 2 minggu terus-menerus berada dalam kondisi mood hipotimik.
Jenis-Jenis Bipolar Disorder
Berikut beberapa jenis gangguan bipolar yang perlu Anda ketahui :
1.Bipolar Disorder tipe 1
Gangguan bipolar 1 ditandai dengan manik depresif, yaitu adanya perubahan mood yang cenderung drastis. Penderita bisa mengalami ‘mania’, yaitu kesenangan dan kegembiraan yang berlebihan, over aktivitas fisik, banyak bicara, hingga penurunan kebutuhan tidur. Hal ini bisa diikuti dengan mengalami ‘depresi’, mulai dari suasana hati normal, berubah sedih yang mendalam, cepat marah, mudah tersinggung, tidak sabar, dan cepat berubah pikiran. Bipolar I juga ada kecenderungan mengalami waham. Waham yaitu keyakinan atau pikiran yang salah karena bertentangan dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika.
2.Bipolar Disorder tipe 2
Penderita depresi bipolar 2 cenderung memiliki energi yang sangat rendah, kesehatan mental dan fisik yang agak terbelakang. Hal ini diikuti dengan kelelahan yang berlebihankarena hipersomnia, yaitu gangguan tidur yang ditandai oleh kebutuhan untuk tidur berlebihan atau kantuk yang tiba-tiba. Bipolar 2 tidak ada kecenderungan mengalami waham. Episode depresif dalam gangguan bipolar II mirip dengan depresi klinis, dengan perasaan depresi, kehilangan kesenangan, energi rendah dan aktivitas, perasaan bersalah atau tak berharga, dan pikiran bunuh diri. Siklus gejala gangguan bipolar ini bisa minggu, bulan, atau jarang tahun. Kebanyakan bipolar II lebih banyak mengalami episode depresi.
3.Gangguan Bipolar Campuran/Unipolar
Tanda-tanda umum episode campuran termasuk gejala depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, dan pikiran yang berubah-ubah sangat cepat. Sedangkan pada bipolar 1 dan 2 sama-sama memiliki episode manik dan depresi. Namun perbedaan terletak pada maniknya. Jika dianalogikan dengan angka, pada pasien bipolar 1 maniknya 10, bipolar 2 maniknya 5, sedangkan pada unipolar nol. Seseorang yang memiliki bipolar tipe 2 yang tidak diobati bisa berubah menjadi tipe 1.Kombinasi energi tinggi dan rendah ini membuat suasana hati yang sangat berisiko tinggi bunuh diri. Keinginan untuk bunuh diri dikarenakan kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Ada jenis bipolar lainnya yaitu:
Gangguan Cyclothymia mengacu kepada siklus hipo-mania, yaitu kegembiraan yang berlebihan dalam jangka waktu lama dengan gejala depresi yang tidak begitu kentara. Bahkan mungkin orang dengan gangguan Cyclothymia tidak terlihat depresi sama sekali. Namun pada akhirnya, penderita cyclothymia akan mengembangkan bipolar 1 atau 2 yang parah.
Gangguan Bipolar (NOS)
Bipolar NOS merupakan bipolar yang tidak teridentifikasi. Dalam arti, penderita mengalami beberapa gejala bipolar, namun bisa muncul dan hilang, atau mengalami gejala gangguan mental yang hampir sama dengan bipolar namun tidak spesifik dan tidak mudah dikenali seperti gejala bipolar lain.
Kaitan antara Bipolar Disorder dengan Kesehatan Mental
Istilah “kesehatan mental” diambil dari konsep mental hygiene . Kata “mental” diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Aspek psikis manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan dengan sistem biologis, sebagai sub sistem dari eksistensi manusia, maka aspek psikis selalu berinteraksi dengan keseluruhan aspek kemanusiaan. Karena itulah aspek psikis tidak dapat dipisahkan untuk melihat sisi jiwa manusia.
Seiring berkembangnya zaman, manusia dituntut untuk selalu bersifat produktif di segala bidang. Pekerjaan membuat manusia lupa waktu. Masalah dan masalah mereka geluti setiap hari dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal. Terkadang manusia melakukan segala cara untuk mencapai suatu tujuan tanpa mempedulikan akibat yang ditimbulkan. Mereka hanya mementingkan pemenuhan kebutuhan jasmani saja sehingga kebutuhan rohani terabaikan. Itulah yang membuat seseorang sangat rawan terserang gangguan kesehatan mental seperti stres dan depresi.
Depresi inilah yang sangat berbahaya karena orang yang menderita depresi akan sulit berfungsi secara sosial dan berisiko tinggi untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri. Sering kali diagnosis psikiatri baru muncul setelah seorang individu melakukan bunuh diri. Analisis tingkah laku,suasana hati, dan pikiran individu yang melakukan bunuh diri didasarkan atas laporan dari keluarga dan temanteman inidividu tersebut serta tulisan ataucatatan-catatan individual.
Bipolar Disorder atau gangguan bipolar, adalah sejenis penyakit psikologis, yang ditandai dengan berkurangnya mood (perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Selain itu, bipolar disorder ditandai dengan perubahan mood yang drastis. Istilah ini ( bipolar disorder) mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar ) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.
Penyakit bipolar, juga dikenal sebagai penyakit manic-depressive, yaitu penyakit otak yang menyebabkan perubahan-perubahan yang tidak biasa pada suasana hati, energi, tingkat-tingkat aktivitas, dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas harian. Gejala-gejala dari penyakit bipolar adalah keadaan suasana hati mereka yang berbeda dari naik dan turun yang normal yang setiap orang melaluinya dari waktu ke waktu.
Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik ( mood high ) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.
Faktor Penyebab Bipolar Disorder
·Genetika, Fisiologis dan Lingkungan.
Gen bawaan adalah faktor umum penyebab bipolar disorder. Seseorang yang lahir dari orang tua yang salah satunya merupakan pengidap bipolar disorder memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15%-30% dan bila kedua orang tuanya mengidap bipolar disorder, maka 50%-75%. anak-anaknya beresiko mengidap bipolar disorder. Kembar identik dari seorang pengidap bipolar disorder memiliki resiko tertinggi kemungkinan berkembangnya penyakit ini daripada yang bukan kembar identik.
Bipolar Disorder tidak memiliki penyebab tunggal. Tampaknya orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk bipolar disorder. Namun tidak semua orang dengan kerentanan mewarisi penyakit berkembang, yang menunjukkan bahwa gen bukanlah satu-satunya penyebab. Beberapa studi pencitraan otak menunjukkan perubahan fisik pada otak orang dengan bipolar disorder. Faktor eksternal lingkungan dan psikologis juga diyakini terlibat dalam pengembangan bipolar disorder. Faktor-faktor eksternal yang disebut pemicu. Pemicu dapat memulai episode baru mania atau depresi atau membuat gejala yang ada buruk. Namun, banyak episode gangguan bipolar terjadi tanpa pemicu yang jelas.
Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar persel atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder.
a Lingkungan
Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal. Berikut ini adalah faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya BD, antara lain:
Stress - peristiwa kehidupan Stres dapat memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan ft drastis atau tiba-tiba-baik atau buruk-seperti akan menikah, akan pergi ke perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat.
Penyalahgunaan Zat - Meskipun penyalahgunaan zat tidak menyebabkan gangguan bipolar, itu dapat membawa pada sebuah episode dan memperburuk perjalanan penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amphetamine dapat memicu mania, sedangkan alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi.
Obat-obat tertentu, terutama obat-obatan antidepresan, bisa memicu mania. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk obat flu over-the-counter, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat tiroid.
Perubahan Musim - Episode mania dan depresi sering mengikuti pola musiman. Manic episode lebih sering terjadi selama musim panas, dan episode depresif lebih sering terjadi selama musim dingin, musim gugur, dan musim semi (untuk negara dengan 4 musim).
Kurang Tidur - Rugi tidur-bahkan sesedikit melewatkan beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania
b Fisiologis
Sistem neurokimia dan gangguan suasana hati
Salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap gangguan bipolar adalah terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak. Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya. Norepinephrin, dopamin, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita gangguan bipolar, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang.
Sebagai contoh, ketika seorang pengidap gangguan bipolar dengan kadar dopamin yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase mania. Sebaliknya dengan fase depresi yang terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar.
Seseorang yang menderita gangguan bipolar menandakan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system (BAS). BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh penghargaan (pencapaian tujuan) dari lingkungannya. Hal ini dikaitkan dengan positive emotional states , karakteristik kepribadian seperti ekstrovert (bersifat terbuka), peningkatan energi dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur. Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur saraf dalam otak yang melibatkan dopamin dan perilaku untuk memperoleh penghargaan. Peristiwa kehidupan yang melibatkan penghargan atau keinginan untuk mencapai tujuan diprediksi meningkatkan episode mania tetapi tidak ada kaitannya dengan episode depresi. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada episode mania.
Sistem neuroendokrin
Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus yang berfungsi mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat
hormon yang dihasilkan. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituaritas. Kelenjar ini terkait dengan gangguan depresi seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus. Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya
kelenjar adrenal . Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dilatan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi.
c Genetika
Genetika bawaan adalah faktor umum penyebab gangguan bipolar. Seseorang yang lahir dari
orang tua yang salah satunya merupakan pengidap gangguan bipolar memiliki risiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15 % hingga 30%. Bila kedua orangtuanya mengidap gangguan bipolar, maka berpeluang mengidap gangguan bipolar sebesar 50% - 75%. Kembar identik dari seorang pengidap gangguan bipolar memiliki risiko tertinggi kemungkinan berkembangnya penyakit ini daripada yang bukan kembar identik. Penelitian mengenai pengaruh faktor genetis pada gangguan bipolar pernah dilakukan dengan melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10% - 15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar pernah mengalami satu episode gangguan suasana hati.
GEJALA-GEJALA BIPOLAR
a.Gejala-gejala dari mania atau episode manic:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan "puncak", atau suasana hati yang sangat gembira atau ramah
Suasana hati yang sangat teriritasi, agitasi, merasakan "jumpy (gelisah)" atau "wired".
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Berbicara sangat cepat, melompat dari satu idea ke yang lainnya, mempunyai pemikiran-pemikiran yang bergegas-gegas
Sangat mudah dikacaukan
Aktivitas-aktivitas yang menuju tujuan yang meningkat, seperti menerima proyek-proyek baru
Menjadi gelisah
Tidur yang sedikit
Mempunyai kepercayaan yang tidak realistik pada kemampuan-kemampuan seseorang
Berkelakuan secara impulsif dan mengambil bagian pada banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan dan berisiko tinggi, seperti membelanjakan sprees, seks yang impulsif, dan investasi-investasi bisnis yang impulsif.
b.Gejala-gejala dari episode depresi:
Perubahan-Perubahan Suasana Hati
Periode yang panjang dari perasaan khawatir atau kosong
Kehilangan minat pada aktivitas-aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk seks.
Perubahan-Perubahan Kelakuan
Merasa lelah atau "slowed down"
Mempunyai persoalan-persoalan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan-keputusan
Menjadi gelisah atau teriritasi
Merubah kebiasaan-kebiasaan makan, tidur, atau yang lain-lain
Memikirkan kematian atau bunuh diri, atau mencoba bunuh diri.
c.Gejala-gejala dari episode hipomania :
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami hallucination dan delusion. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut.
1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas.
2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah.
3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.
d.Gejala-gejala episode campuran (Mixed state episode) :
Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantin dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination.
Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut.
Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.
Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.
Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.
Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon.
Pengobatan Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar membutuhkan pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu meski penderitanya sudah merasa sembuh, dokter biasanya tidak akan menghentikan pengobatan begitu saja hingga dirasa cukup.
Tujuan pengobatan jangka panjang bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dandepresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan orang-orang di sekitarnya. Selain langkah pencegahan kambuhnya salah satu fase bipolar, terdapat juga obat-obatan untuk menangani gejala-gejala ketika sedang kambuh.
Penderita bipolar akan dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup, misalnya dengan cara berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengadopsi pola makan yang lebih sehat.
Rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain yang diperlukan, misalnya terapi psikologis.
Sebagian besar penderita gangguan bipolar dapat membaik tanpa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Perujukan ke rumah sakit biasanya dilakukan jika gejala makin parah dan dikhawatirkan perilaku penderita dapat membahayakan orang lain atau dirinya sendiri, seperti misalnya bunuh diri.
Obat-obatan
Ada sejumlah obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan bipolar, tergantung gejala serta riwayat kesehatan masing-masing penderita, di antaranya:
Antikonvulsan, seperti misalnya lamotrigine dan divalproex.Obat ini sebenarnya biasa digunakan untuk mengobatiepilepsi, namun efeknya telah terbukti efektif dalam menangani gangguan bipolar. Obat yang berfungsi sebagai penstabil suasana hati jangka panjang ini juga digunakan untuk mengobati episode mania. Beberapa efek samping penggunaan antikonvulsan di antaranya adalah:
Lithium, yakni obat yang mampu mencegah terjadinya gejala mania dan depresi serta menstabilkan suasana hati. Selama penggunaan obat ini, tes darah untuk memeriksa kadar lithium di dalam tubuh perlu dilakukan secara rutin. Hal tersebut untuk memastikan kadar lithium masih dalam kisaran yang aman sehingga mencegah terjadinya efek samping serius berupa gangguan pada ginjal dan kelenjar tiroid. Efek samping penggunaan lithium lainnya adalah:
Gangguan pencernaan
Mulut terasa kering
Gelisah
Muntah
Diare
Antidepresan seperti fluoxetine. Pada beberapa penderita gangguan bipolar, obat pereda depresi ini dapat memicu episode mania. Oleh karena itu antidepresan kerap dipasangkan dokter dengan obat-obatan penstabil suasana hati. Salah satu efek samping penggunaan antidepresan adalah menurunnya libido atau lemah syahwat.
Antipsikotik, misalnya olanzapine dan ariprazol. Sama seperti obat-obatan antikonvulsan, antipsikotik diresepkan untuk mengatasi episode mania dan juga efektif untuk menstabilkan suasana hati. Beberapa efek samping penggunaan antipsikotik adalah:
Peningkatan detak jantung
Penglihatan kabur
Gemetar
Mengantuk
Kenaikan berat badan
Penurunan daya ingat
Terapi psikologis
Terapi psikologis untuk gangguan bipolar dapat menunjang obat-obatan yang telah diberikan. Melalui metode ini diharapkan kesembuhan pasien bisa tercapai secara lebih efektif.
Di dalam terapi psikologis, pasien akan dikenalkan dengan masalah kejiwaan yang sedang mereka alami. Pasien juga akan diajak mengidentifikasi hal-hal yang dapat memicu terjadinya episode suasana, baik itu dalam bentuk pemikiran maupun perilaku pasien. Setelah faktor pemicu gejala diketahui, psikiater atau ahli terapi akan membimbing pasien untuk mau mengubah pemikiran dan perilaku negatif mereka tersebut menjadi positif. Melalui metode yang dinamakan terapi perilaku kognitif ini, pasien juga akan diajari cara menanggulangi stres secara efektif, serta diberi nasihat-nasihat seputar pola makan, tidur, dan olahraga yang baik untuk kesehatan.
Tidak hanya pasien, keterlibatan keluarga dalam terapi psikologis juga bisa sangat membantu. Tujuannya adalah agar keluarga memahami kondisi yang dialami pasien sehingga bisa bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di dalam rumah tangga yang mungkin saja menjadi penyebab gangguan bipolar, serta mencari jalan keluarnya.
PREVENSI BIPOLAR DISORDER
1.Psikodinamik
Psikoanalisis tradisional bertujuan membantu orang yang depresi untuk memahami perasaan mereka yang ambivalen terhadap orang-orang (objek) penting dalam hidup mereka yang telah hilang atau yang terancam akan hilang. Dengan menggali perasaan-perasaan marah terhadap objek yang hilang ini, mereka dapat mengarahkan rasa merah keluar melalui ekspresi verbal dari perasaan, bukan membiarkannya menjadi lebih buruk.
Psikoanalisis tradisional dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap dan menghadapi konflik-konflik yang tidak disadari. Pendekatan psikoanalisis modern juga berfokus pada konflik-konflik tidak disadari, namun secara lebih langsung, relative singkat, dan berfokus pada hubungan yang penuh konflik di masa kini maupun masa lalu. Terapis psikodinamika yang eklektik menggunakan metode-metode behavioral dalam membantu klien mencapai keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu jaringan sosial yang lebih luas.
Psikoterapi interpersonal (interpersonal psychoteraphy/IPT) adalah suatu bentuk singkat dari terapi yang berfokus pada hubungan interpersonal klien disaat itu, biasanya tidak lebih dari 9 hingga 12 bulan. Perintis IPT percaya bahwa depresi terjadi dalam suatu konteks interpersonal dan bahwa isu hubungan perlu untuk ditekankan dalam penanganan. IPT membantu untuk menghadapi reaksi kesedihan yang tidak terselesaikan atau yang menganggu setelah kematian orang yang dicintai dan juga konflik-konflik peran dalam hubungan. Terapis membantu klien untuk mengekspresikan kesedihannya dan menghadapi rasa kehilangannya sambil membimbing mereka dalam mengembangkan aktivitas-aktivitas dan hubungan-hubungan baru untuk membantu memperbaharui kehidupan mereka.
2.Behavioral
Pendekatan penanganan behavioral beranggapan bahwa perilaku depresi dipelajari dan dapat dihilangkan. Terapis behavioral bertujuan untuk secara langsung memodifikasi perilaku dan bukan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kemungkinan penyebab yang tidak disadari dari perilaku-perilaku ini.
Salah satu program behavioral yang ilustratif telah dikembangkan oleh Lewisohn dan kolega-koleganya, program ini terdiri dari sebuah program terapi kelompok. Hal ini membantu klien untuk memperoleh keterampilan relaksasi, meningkatkan aktivitas yang menyenangkan dan membangun keterampilan sosial yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan reinforcement sosial. Terapi ini terdiri dari satu orang terapis yang dianggap sebagai seorang guru, dan kliennya sebagai siswa. Dalam terapi kelompok, orang belajar mereka tidak sendirian dengan penyakit, mereka menerima dukungan emosional penting, belajar keterampilan untuk mengatasi obat, masalah interpersonal dan terkait dengan pekerjaan, dan belajar cara untuk mengatasi dengan stigma dari orang lain. Memaksimalkan fungsi pekerjaan atau sosial merupakan aspek inti dari intervensi pemulihan dan berbasis keterampilan - misalnya, sekolah dan pekerjaan pelatihan dapat membantu dengan ini.
3.Kognitif
Cognitive teraphy atau terapi kognitif, berfokus pada membantu orang dengan depresi belajar untuk untuk menyadari dan mengubah pola berpikir mereka yang disfungsional. Terapi ini biasanya brejalan selama 14 hingga 16 sesi mingguan. Terapi ini menggunakan kombinasi antara behavioral dan kognitif untuk membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pikiran-pikiran yang disfungsional serta mengembangkan perilaku yang lebih adaptif.
4.Terapi Keluarga
Terapi keluarga pyschoeducational dapat membantu dalam situasi ini dengan berfokus pada peningkatan komunikasi di antara anggota keluarga, membantu orang dengan penyakit bipolar memahami manfaat minum obat mereka secara konsisten dan belajar strategi untuk mencegah kambuh. Dalam hal ini jenis pengobatan, anggota keluarga bisa merasa didukung dan individu dengan penyakit dapat belajar cara-cara baru untuk mempertahankan pemulihan. perawatan psychoeducational membantu orang dan anggota keluarganya untuk lebih memahami penyakit bipolar sehingga pemulihan dapat dicapai lebih cepat. Dalam jenis pendekatan, individu dengan penyakit dan anggota keluarga mereka dapat berharap untuk mendiskusikan topik-topik seperti menerima penyakit, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan awal akan terjadi kesulitan, belajar untuk mengatasi perubahan mood, obat pemahaman dan tempat untuk menemukan diri membantu kelompok-kelompok dan mengakses pekerjaan atau pelatihan sumber daya.
5.Biologis
Penggunaan obat untuk bipolar, yaitu obat litium karbonat, berbentuk bubuk dari litum berelemen metalik. Litium efektif dalam menstabilkan mood orang yang menderita bipolar dan dalam mengurangi episode-episode kambuh dari manic dan depresi (Baldessarini & Tondo, 2000; Grof & Alda, 2000). Namun litium umumnya lebih efektif dalam menangani simptom-simptom manic dari pada depresi. Orang dengan gangguan bipolar kemungkinan perlu menggunakan litium secra terus-menerus untuk mengontrol perubahanmood-nya. Dalam pemakaian litium harus dimonitor, karena adanya efek beracun yang potensial dan efek samping lainnya. Obat ini dapat menambah berat badan, kelesuan, pusing dan penurunsn umum dari fungsi motorik, dalam jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan masalah liver.
Penstabil mood biasanya diresepkan untuk orang dengan perasaan "tinggi", banyak bicara, lekas marah, pidato dipercepat dan gejala manik lainnya serta depresi yang mengganggu fungsi seseorang. Obat-obat ini biasanya mengurangi intensitas perubahan suasana hati dan biasanya mengembalikan orang tersebut ke tingkat yang lebih normal berfungsi. Lithium, Depakote dan carbamazepine adalah obat-obat umum dalam grup ini. Mereka juga sangat penting untuk membantu orang mencegah gejala-gejala dari datang kembali setelah mereka dikendalikan.
Antidepresan yang diresepkan untuk orang dengan gejala depresi. Ini mungkin termasuk perasaan sedih dan depresi serta melambat, perilaku lamban. Obat-obat ini membantu tubuh mendapatkan kembali energi sehingga orang tersebut memiliki lebih tertarik pada kehidupan sehari-hari. Penting untuk dicatat bahwa antidepresan dapat memperburuk gejala manik dan harus digunakan hati-hati setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.
Obat antipsikotik kadang-kadang digunakan untuk orang dengan gangguan bipolar yang mungkin memiliki halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah pengalaman persepsi yang tidak benar-benar terjadi, seperti mendengar suara-suara mengatakan satu untuk menyakiti diri sendiri. Delusi adalah tetap keyakinan palsu tentang diri, seperti "Setiap orang keluar untuk mendapatkan saya." Obat antipsikotik dapat sangat membantu dalam kasus ini dan atau dokter Anda kekasih Anda akan memiliki beberapa untuk memilih dari, termasuk obat-obatan baru seperti olanzapine, quietiapine, risperidol dan ziprasidone. Berikut adalah video yang menceritakan kisah salah satu penderita beberapa gangguan psikologis salah satunya adalah bipolar disorder (sumber : https://www.youtube.com/watch?v=EMuH2gWx2Ho )
Sumber referensi
Carson, C, Robert; Butcher, N, James. 1992. Abnormal Psychology and Modern Life. 9th. Edition. Harper Collins Publishers, Inc. New York 100 22 Nevid, S, Jeffrey; Rathus, A, Spencer. 2003. Abnormal Psychology in a Changing World. 5th. Edition. Upper Saddle River. New Jersey 07458 Davison, C, Gerald; Neale, M, Jhon; Kring, M, Ann. Abnormal Psychology. 9th. Edition. New York. Psychopathology Development.